Sudah Sesuai Aplikasi Ya

Tak terasa waktu berjalan sangat cepat untuk Pinta bertemu dengan keluarganya, padahal rindu masih belum terbayar untuk ngobrol bersama Ibu, bapak, dan adik kesayangannya. Namun Pekerjaan telah mamanggilnya kembali untuk menjalankan rutinitas seperti biasa. Waktu itu pukul 22.30, waktu yang sangat mepet untuk mengejar jadwal keberangkatan kereta KAMANDAKA jurusan dari Tegal-Purwakerto, tertulis tebal jadwal keberangkatan dalam tiket 30 Januari 2020; 23.00. Belum lagi dia belum mempersiapkan barang-barang yang akan dibawanya ke Purwokerto.

“Haduh, gimana sih udah gede masih aja males nrapiin barang, dari tadi siang kamu ngapain aja? Giliran udah malem mau berangkan baru kemas-kemas, jadi mepet kan waktunya” Kata Ibu kepadaku dengan wajah khas cemberut ala emak-emak

“Iyaa bu maaf, tadi siang habis main sama temen tapi Insyaallah tepat waktu kok sampai di stasiunnya” jawab aku lirih pasrah dengan kepala merunduk berharap Ibu tidak menjadi semakin bawel lagi.

“Tepat waktu gimana? Pesen gojek aja belum, malam ini kamu gak ada yang ngaterin! Dhitya kejebak hujan di jalan, gak bisa ngater kamu” tapi ternyatalama-lama Ibu menjadi semakin bawel dengan cuitannya membuatku semakin gugup dan kebingungan. Akupun terkaget jika Dhitya tidak bisa mengantarku, membuat malam ini aku harus berangkat sendirian, Dhitya saudaraku terjebak hujan dijalanan dan tidak membawa jas hujan sehingga barusan menelfon Ibuku jika dia tidak bisa mengantarku malam ini, aku terkaget dan bilang “Halah seriusan Bu? Terus gimana barang-barang belum dirapiin semua lagi”, tapi begitulah Ibu mekipun sangat bawel, ngeselin, membuat suasana menjadi semakin kacau dan gugup, dia tetap Ibu yang punya rasa kasih sayang, tak pernah tega membiarkan anaknya kesusahan, katanya kepadaku “Yaudah sana pesen gojek aja buruan, biar ibu yang merapikan barang kamu”

Aku menghela nafas, akhirnya ibu mau membatu meskipun awalannya sangat cerewet dan membuat pusing kepalaku, segara kuambil ponsel dan membuka aplikasi gojek, memesan driver dengan destinasi Stasiun Tegal, beruntung di jam-jam malam ini tukang gojek masih berkeliaran sehingga dalam pencarian aplikasi cepat menemukan driver. Tak lama kemudian driver gojek mengirim pesan melalui aplikasi gojek,

“Posisi sesuai aplikasi ya”
Aku jawab dengan singkat “Iya”
“Tapi cepetan ya, aku lagi ngejar kereta”
“Ok siap”

Jam sudah menunjukan pukul 22.40 waktu semakin mepet dan aku hanya memiliki waktu sekitaran 20 menit untuk sampai ke stasiun dalam pikiranku “ah sudalah pasti ini terlambat” tapi sudah terlanjur aku bilang ke ibu jika malam ini aku harus berangkat karena besok sudah mulai kerja, daripada tidak jadi dan aku kembali dibaweli seharian, kupasakan nekat untuk tetap berangkat, lima menit kemudian driver gojek itu datang dengan motor Beat, aku segera berpamitan dengan keluarga, wajah adikku terlihat bersedih dan tidak mau melepasku pergi

“Tenang dek, mimggu depan kaka pulang lagi bawa mainan” dengan seyuman aku bilang kepadanya, mengelus-elus kepalanya agar dia tidak bersedih. Adiku hanya terdiam memandangiku dengan mata berkaca-kaca, perlahan senyuman muncul dari bibir munyilnya dan berkata “iya kak, nanti jangan lupa nelfon kalu sudah sampai” katanya

“Okeh siap” jawabku mencoba membuat adikku bahagia

Akupun langsung pamit kepda Ibu dan bapak. Bapak tampak biasa saja melihat keperguianku dia hanya berkata “baik-baik disana ya nak” berbeda dengan Ibu disaat akan akan pergipun dia masih bawel dengan cuitannnya “lain kali kalu mau berangkat dipersiapkan dulu biar gak gugup ya, Ibu sudah siapin semuanya, jangan lupa nelfon kalu sudah sampai, bla bla bla……” mendengarnya aku hanya bisa terdiam lalu berkata “yaa. Buuuuu”.

Akupun mulai melangkah pergi meninggalkan rumah, melambaikan tangan kepada keluarga, begitulah jadinya kami kembali harus berpisah karena sebuah kewajiban dan kebutan untuk tetap bisa bertahan hidup, rasa kangen itu kembali muncul saat kita hendak berpisah namun ketika bertemu kita seakan lupa dengan semuanya, hanya ingin bercerita dan berbagi dengan orang yang tercinta. Keluarga ya.. keluarga, terasa bahagia saat kita mampu hidup bersama, harapan, mimpi dan cita-cita kita perjuangkan untuk mereka, meskipumn dari semua pencapaian ini belum bisa membalas jasa mereka terutama ayah dan ibu.

Driver Gojek sudah menunggu, aku tak mau ketinggalan kereta, kuhampiari dia, iapun langsung menoleh kepadaku dan bertanya “Mas Pinta ya?”

“Iya benar, yuk cepatan bang bentar lagi keretanya berangkat” kataku terburu-buru
“Okeh siap peke helem dan jas hujan dulu”

Kami pun segera berangkat menerobos hujan dengan cepatnya, driver gojek ini bagaikan pembalap motor GP sekali aku minta untuk cepat agar bisa mengejar jadwal keberangkatan kereta, dia menacap gasnya dengan tinggi. Hampir-hampir saja jantungku copot dibuatnya, yang aku kira akan sampai stasiun terlambat ternyata pas di pukul 23.00.

“Mas sudah sampai” kata driver gojek
“Haduh pelan-pelan atush mas, takut aku” jawabku dengan napas tersendat-sendat
“Namanya juga nebut mas hehehe”
“Yaudah berapa bang?”
“Enambelas ribu”

Kuberi dia uang 20rbu sambil berkata “Ini bang uangnya”

“Haduh gak ada kembaliannya giaman mas?”
“Yaudah buat abang aja aku hampir terlambat ini soalnya”
“Okeh mas maksih ya, jangan lupa bintang limanya”

Haduh udah jantungku mau copot minta bintang lima lagi, tapi yaudahlah gapapa aku kasih. Dan setelah itu segara aku berlari masuk kedalam stasiun, terlihat kereta telah sampai dan seluruh penumpang sudah mengantri untuk memasukinya, kukeluarkan identitas dan tiketku, menyerahkannnya kepada petugas agar bisa segera menaiki kereta dan akhirnya aku bisa masuk kereta dengan tepat waktu.

Sekitar 3 Jam kurang, kereta KAMANDAKA telah sampai ke tujuan terakhir yaitu Stasiun Purwokerto di jam 01:00, beberapa orang di depan pintu masuk Stasiun menawarkan ojek dan taksi, namun aku lebih memilih menggunakan aplikasi gojek lagi untuk pergi ke kost, mekipun untuk memasannya aku harus berjalan agak jauh dahulu keluar dari zona merah. Karena kawasan sekitaran Stasuin merupakan zona merah yang tidak bisa untuk memasan gojek. Akhirnya kucoba untuk memesan kembali gojek berharap di jam segini masih ada, tidak cukup lama akhirnya kembali kudapatklan driver gojek, seperti biasa driver gojek tersebut mengirimkan pesan singkat

“Posisi sesuai aplikasi ya?”
“Iyaa” jawabku
“Tunggu ya segera kelokasi”

Tak berarapa lama setelah pemesanan, kulihat ikon driver gojek pada ponselku bergerak dan sampai pada tempat dimana aku berada, disaat itu kira-kira ada emapat orang yang mungkin sama memesan gojek. Kutunggu-tunggu sudah dua kali driver gojek menghampiriku tapi bukan driver gojek pesananku, yang satunya pemesananya dengan nama Cahya, yang satunya lagi dengan nama Satria. Dan anehnya tiba-tiba disaat posisiku masih ditempat yang sama belum menaiki motor dari driver gojek yang aku pesan, status pemesanan dalam aplikasi gojek di poselku berubah dari driver sedang menjemputmu menjadi driver sedang mengantarmu “Lhooo???? Maksudnya ini gimana kan aku masih disini kok satatusnya sudah berubah” Ini makin aneh tenyata benar-benar si driver gojek sedang menuju ketempat yang aku pesan, kosanku!. Icon driver dalam aplikasi bergerak mebuatku terheran heran, dalam hati aku berkata “ini abang-abang gojek bawa penumpang siapa? Yang pesen aja masih disini kok dia udah pergi ke tempat yang aku pesan yak?” aku menjadi sangat bingung siapa sebenarnya yang dia bawa, apakah dia sedang mengelindur? Karena ini sudah jam setengah dua malam kemungkinan dia ngelindur dan ngantuk, ngojek sendirian tanpa penumpang?.  Hal ini mebuatku penasaran, kukirim pesan kepada abang-abang gojek aneh itu “Bang aku masih disini, kok situ udah nyampe tujuan pemesanan?”

Sekitaran 10 menit kemuadian dia menjawab “Oh iyaa mba maaf, salah ngakut orang” melihat pesan ini aku menebak jika abang gojek itu mengangkut seorang perempuan, bantinku “duh pantesan salah aku ini laki, dipikirannya mungkin nama Pinta adalah nama untuk perempuan”

Pesan kembali muncul dari si abang gojek “tadi pas njemput namanya sama Pinta”

Kutanya dia kembali “udah sampe tujuan ya bang?”
“Udah tapi nanti aku balik lagi bentar”
“Gilaa, udah sampe tujuan balik lagi? dasar nih abang gojek nlindur keknya sampe ngaterin penumpang yang salah” bantinku

Tak beberapa lama telihat abang gojek datang membawa penumpang perempuan lalu menurunkannya di tempat yang sama denganku, batinku “hmm pasti ini nih orangnya yang salah ngangkut, dia pasti sudah sampe tujuan terus balik lagi kesini” setelah itu si driver menghampiri beberapa orang untuk mencari kostumernya, tiba di dadapanku dia tampak kebingunan, lalu menoleh dan bertanya “mas Pinta ya?”

“Iya” jawabku singkat
“Owalah mohon maaf mas aku kira kamu cwe, jadi salah angkut hehe”
Heleh, dasar. Ternya kita gak sesuai aplikasi bang” kataku sambil menghela napas, dibuat greget dengan kelakuaknnya, dan mba-mba yang salah angkut tadi hanya cengar-cengir dipinggirku.

*Rizki Eka Kurniawan

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *